segalanya menjadi gamang sekarang
menyeret manusiaku pada padang kemirisan
meskipun semua harus kututupi dengan ketegaran
tak bisa kusembunyikan dariMu Sang Empunya.
Kepasrahan seperti apa Wahai Sang Maha Tahu
hingga bongkahan ini bisa terangkat dari jiwa
lalu aku terduduk di tengah perjalanan
coba diam dan menyelami arti
perutusan.................
gemetar sukma melihat kenyataan
demikian angin yang menyejukkan bisa berubah menjadi badai mematikan
demikian air yang menyegarkan mampu menjadi bah mengerikan
duh Sang Hyang Wenang......
berikan pelipuran

Tidak ada komentar:
Posting Komentar